Lazada Otomotif Offer

Paralel Aki Beda Ampere

  • Diterbitkan : 23 Jan 2023

Paralel Aki Beda Ampere. Tapi ketika ada skenario fast / boost charging (>30A), maka yang terjadi baterai 10Ah akan overcharge dan beresiko panas berlebih (terbakar / meleleh bahkan meledak). Sama halnya ketika dibebani dengan arus yang besar, baterai 10Ah akan cepat drop dan tidak bisa recover lagi karena sudah dibawah rentang SoC 0%. Bagaimana cukup jelas kan paklek Slamet Sutrisna Djoe Amura Mdjms Chandra Hermawan Nur Harjanto Suyitno Ledeng khusus lek Mera Tania Daniatun pernah jadi korban…. YA tentu BISA AJA, orang Indonesia mah bebas…, tapi tidak kita rekomendasikan karena sesuai petunjuk dan arahan dari buku PRIMBON yg simbah George Frans juga baca. Ingin memulai listrik tenaga surya 100Owatt dengan modal 5jutaan untuk menghemat biaya bulanan PLN bisa baca disini artikelnya. Ingin memulai listrik tenaga surya, bingung apa yang perlu disiapkan, dana dan perlengkapnya bisa baca disini.

Memperkuat arus aki atau baterai dengan hubungan Paralel

Paralel Aki Beda Ampere. Memperkuat arus aki atau baterai dengan hubungan Paralel

Apa hubungannya antara 2 aki yang soak ketika diparalelkan malah membuat aki tersebut dapat menghidupkan mesin mobil, semua itu ada hubungannya dengan penggunaan atau penambahan arus listrik baterai. Terkadang kita sempat dibuat bingung dengan hilangnya "tegangan aki", setelah dicek menggunakan avo meter ternyata nilai tegangan masih menunjukkan nilai normal misalnya 12 Volt DC.

Namun pada saat dipasangkan ke starter mobil aki tersebut drop, setelah dicek kembali tegangan tetap saja menunjukkan 12 Volt. Dari cerita diatas dapat ditarik kesimpulan sederhana, bahwa aki jika kehilangan strom bukan berarti nilai tegangan dari aki tersebut berkurang atau terkuras namun sebenarnya yang hilang adalah kuat arus dari aki tersebut, sebagai contoh tadi ketika 2 buah aki diparaelkan maka ternyata mobil tersebut bisa menyala kembali padahal kedua aki sama-sama memiliki arus yang lemah.

Namun jika kedua aki tersebut dihubungkan secara seri maka yang bertambah adalah nilai tegangannya misalnya aki dengan tegangan 12 v diseri maka tegangan menjadi kelipatannya adalah 24 Volt namun arus pada kedua aki tersebut tetap. Prinsip ini tidak berlaku jika kita akan melakukan charge ulang aki, menge-charge aki dengan nilai ampere berbeda lakukan dengan seri bukan dengan paralel jika kita lakukan dengan sambungan seri maka arus akan terisi merata sesuai kapasitas arus masing-masing aki namun jika dihubungkan paralel maka aki dengan kapasitas besar akan menyesuaikan arus aki berkapasitas kecil (sehingga tidak maksimal pengisiannya). Nah sekarang jelas bukan mengapa ketika mobil kita mogok karena kehabisan strum dan saat di paralelkan dengan aki luar (berukuran yang sama tegangannya) mobil dapat hidup kembali, jawabannya adalah karena terjadi penambahan arus pada aki mobil kita menggunakan aki luar yang di sambungkan secara paralel.

Ini berlaku untuk semua jenis aki atau baterai. Anda tidak perlu mencoba atau salah melakukan penambahan arus, apalagi untuk menghidupkan mobil yang sedang mogok, jangan mencoba untuk melakukan hubungan seri, akan membahayakan sistem kelistrikan mobil anda terutama starter mobil anda dikarenakan kelebihan tegangan.

Rangkaian Seri Dan Rangkain Paralel Pada Baterai, Disertai Cara penghitungan Tegangannya

Paralel Aki Beda Ampere. Rangkaian Seri Dan Rangkain Paralel Pada Baterai, Disertai Cara penghitungan Tegangannya

Pada dasarnya, Baterai dapat dirangkai secara Seri maupun Paralel. Tetapi hasil Output dari kedua Rangkaian tersebut akan berbeda. Rangkaian Seri Baterai akan meningkatkan Tegangan (Voltage) Output Baterai, sedangkan output Arus Listriknya (Ampere) tetap sama. Hal ini tentunya Berbeda dengan Rangkaian Paralel Baterai yang akan meningkatkan output Arus Listriknya (Ampere), akan tetapi Tegangan (Voltage) Outputnya tetap sama.

Untuk lebih jelas, mari kita melihat Rangkaian Seri dan Paralel Baterai di bawah ini :.

rangkaian baterai seri dan paralel

Paralel Aki Beda Ampere. rangkaian baterai seri dan paralel

baik rangkaian seri maupun paralel keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika 2 buah baterai atau aki dirangkai secara seri maka tegangan akhir akan menjadi 2 kali lipat sedangkan besar arus adalah tetap. Contoh rangkaian baterai disusun secara seri adalah sebagai berikut.

Dalam kasus lain sobat mempunyai 2 buah aki dengan tegangan masing-masing adalah 12V dan arus 5A. Baca juga artikel tentang pengertian arus AC dan DC. Contoh rangkaian baterai disusun secara paralel adalah sebagai berikut.

Intinya adalah pada rangkaian baterai seri besar arus adalah tetap sedangkan pada rangkaian paralel besar dengan merupakan hasil penjumlahan dari tegangan masing-masing baterai. Jika sobat menggunakan baterai atau aki yang berbeda ukuran, maka untuk menghindari hal diatas maka sobat diwajibkan untuk memasang dioda pada kutub baterai.

Silahkan sobat baca juga artikel tentang rangkaian charger aki sederhana.

Inilah Dampak Pakai Ampere Aki Mobil Enggak Sesuai Spesifikasi

Paralel Aki Beda Ampere. Inilah Dampak Pakai Ampere Aki Mobil Enggak Sesuai Spesifikasi

Jip.co.id - Aki mempunyai tugas utama untuk menampung listrik yang akan disalurkan ke komponen mobil. Spesifikasi aki pastinya sudah diukur oleh pabrikan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Selain voltase, aki juga memiliki ukuran ampere (A). Ampere di sini merupakan kapasitas jumlah tenaga listrik yang disimpan dalam baterai yang dapat digunakan sebagai sumber tenaga listrik. Ukuran ampere di sini pun pasti diukur oleh pabrikan. Di pasaran banyak jenis-jenis aki beserta ukuran ampere dan voltase yang berbeda-beda.

(Baca Juga : Ini Cara Mudah Untuk Mengecek Level Ketinggian Air Aki Mobil).

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel pada Listrik

Paralel Aki Beda Ampere. Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel pada Listrik

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel – Jika membahas mengenai barang-barang elektronik, pasti akan selalu berkaitan dengan berbagai komponen penyusunnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa komponen rangkaian paralel biasanya disusun dengan cara berderet dari sumber energi listriknya. Untuk memasang atau menyusun komponen listrik secara seri memerlukan kabel dan saklar yang jumlahnya sedikit.

Jenis rangkaian tersebut banyak digunakan untuk memasang listrik di rumah-rumah, seperti baterai remot TV atau senter. Untuk kontinuitas rangkaian seri memiliki konsep semua komponennya akan padam atau mati apabila saklarnya dimatikan. Apabila besaran tegangan totalnya 24 Volt, maka tentukan besarnya arus yang mengalir di dalam rangkaian!

Selanjutnya, kita perlu menggunakan hukum Ohm untuk mencari besarnya arus yang mengalir di dalam rangkaian. Elektron akan mengalir melalui kabel dan menuju komponen, misalnya lampu kemudian kembali ke baterai sebagai suatu siklus. Pada contoh gambar rangkaian listrik pasti akan selalu menunjukkan adanya kabel yang digambarkan menggunakan simbol garis. Dengan rumus tersebut, kita akan mengetahui arus yang ada di dalam rangkaian seri dan paralel beserta tegangannya.